Persoalan dalam Pembangunan Berkelanjutan yang Diangkat dalam Seminar Nasional “Geografi dan Pembangunan Berkelanjutan”

Agenda pembangunan global dewasa ini mengangkat mengenai Pembangunan Berkelanjutan. Melalui UNDP, Sustainable Development Goals menjadi tujuan pembangunan global dalam berbagai aspek. Tantangan warisan dari agenda sebelumnya, Millenium Development Goals, menjadi rujukan untuk dipertajam dan ditingkatkan derajat kemajuannya. Sustainable Development Goals memberikan tujuh belas tujuan yang sangat spesifik mengenai aspek kehidupan manusia yang harus ditingkatkan di berbagai negara.

Terkait dengan hal ini, pemahaman mengenai pembangunan wilayah menjadi penting. Pembangunan wilayah yang memiliki orientasi pada azas berkelanjutan akan memiliki tantangan yang sangat berat. Hal tersebut dikarenakan tekanan keberlanjutan yang sangat multidisiplin dan beragam. Sehubungan dengan kebutuhan akan hal tersebut, maka dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak di Indonesia, baik sektor publik maupun sektor privat.

Sehubungan dengan kebutuhan kolaborasi tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia menggelar seminar nasional bertajuk “Geografi dan Pembangunan Berkelanjutan” di Gedung B, FMIPA Universitas Indonesia, Depok. Acara yang yang digelar pada hari Sabtu, 10 Maret 2018 tersebut digawangi oleh Program Magister Ilmu Geografi FMIPA Universitas Indonesia. Solusi dari permasalahan pembangunan yang bertema kewilayahan menjadi tujuan utama seminar nasional ini.

Mahasiswa Program Magister Studi Pembangunan ITB beserta rekannya juga turut berkontribusi dalam seminar ini. Mbak Wulansari mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Pemanfaatan Energi Panas Bumi Gunung Ciremai di Kabupaten Ciremai dalam Perspektif Spasial dan Utilitarianisme”. Mbak Wulansari mempresentasikan kontroversi yang terjadi ketika kerangka pembangunan berkelanjutan diterapkan dalam pemanfaatan energi panas bumi di Gunung Ciremai menjadi energi listrik. Makalah ini juga merupakan penelitian lanjutannya ketika mengerjakan tugas kuliah Etika Pembangunan di semester 1 PMSP ITB.

Peserta seminar ini sangat mengapresiasi pembahasan Mbak Wulansari atas makalahnya yang terbilang cukup unik. Melalui perspektif ruang yang berbeda secara mendasar, pembahasan etika yang cukup baik juga diulas secara memadai. Hal tersebut disampaikan oleh moderator dalam sesi presentasi panel. Peserta seminar juga antusias bertanya, serta meminta penjelasan Mbak Wulansari mengenai perspektif spasialnya.

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
wpDiscuz