Temu Alumni Program Magister Studi Pembangunan ITB untuk Merumuskan Tantangan Masa Depan

Sabtu lalu, 8 Desember 2018, Program Magister Studi Pembangunan ITB (PMSP ITB) mengadakan temu alumni untuk seluruh angkatan. Acara temu alumni ini adalah salah satu dari rangkaian acara peringatan Dies Natalis Perak PMSP ITB. Bertajuk “Alumni Homecoming”, acara temu alumni ini ditujukan untuk mengkonsolidasikan pemikiran dosen di PMSP ITB dan menunjukkan gambaran mengenai pemikiran civitas academica PMSP ITB di masa kini pada alumni.

Setelah 25 tahun berdiri, PMSP ITB mencetak lebih dari 1200 alumni yang bekerja di berbagai bidang pembangunan. Alumni PMSP ITB banyak yang berkiprah dalam bidang pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat, hingga kewirausahaan. Keragaman ini membuat alumni PMSP ITB sangat penting dalam mengembangkan pemikiran mengenai pembangunan yang dilakukan di PMSP ITB. Keragaman tersebut memperkaya pengembangan pemikiran bagi akademisi PMSP ITB.

Guna memanfaatkan kekayaan ini, salah satu acara dalam temu alumni PMSP ITB ini adalah paparan dosen mengenai tantangan pembangunan di masa datang. Paparan ini bertajuk “Future Challenges in Development” yang menggambarkan pandangan, persepsi terhadap tantangan, serta potensi solusi dari setiap pengampu mata kuliah di PMSP ITB. Paparan ini diikuti oleh alumni PMSP ITB dari berbagai angkatan, serta mendapatkan respon baik dari para alumni tersebut.

Dosen yang memaparkan di antaranya adalah Ketua PMSP ITB, Bapak Ir. Tubagus Furqon Sofhani, MA., Ph.D. Selanjutnya adalah pengampu mata kuliah Dinamika Sistem untuk Pembangunan, Bapak Dr. Ir. Muhammad Tasrif, M.Eng. Pengampu mata kuliah Keberlanjutan Lingkungan, Tata Kelola Publik dan Demokrasi, serta Manajemen Proyek, Bapak Ir. Indra Budiman Syamwil, M.Sc., Ph.D. Pengampu mata kuliah Ekonomi Pembangunan Lanjut, Ibu Dr. Ir. Siti Herni Rochana, M.Si. Pengampu mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan, Bapak Dr. Iwan Kustiwan, M.T. Pengampu mata kuliah Etika dalam Pembangunan, Ibu Indah Widiastuti, S.T., M.T., Ph.D. Pengampu mata kuliah Teori Pembangunan dan Isu Global, Teknologi dan Perubahan Sosial, serta Teori Jejaring-Aktor untuk Kajian Sosioteknis, Bapak Ir. Sonny Yuliar, Ph.D. Sesi ini juga dipandu oleh moderator, Ibu Syarifah Amelia Shahab.

Salah satu tantangan yang terangkat dari temu ini adalah: Bagaimana berbicara manusia dalam berbagai wacana pembangunan? Seluruh dosen pemapar sepakat dalam satu hal, yaitu kesulitan dalam memikirkan pembangunan yang baik bagi masyarakat. Hal ini tampaknya terlupakan dalam berbagai wacana pembangunan global, kemudian diadopsi oleh berbagai pengambil keputusan di Indonesia tanpa menyelesaikan masalah pemikirannya. Akhirnya, banyak persoalan terkait manusia tidak terselesaikan dengan tuntas.

Temu Alumni ini juga mengundang bintang tamu Sun Coustic. Rekan-rekan musisi dari timur Indonesia ini mempersembahkan beberapa lagu dan menutup acara dengan Goyang Maumere yang dipimpin oleh seorang putra Maluku, Novri L. Muhammad dan diikuti seluruh peserta dan panitia acara.

Rangkaian acara ini juga ditujukan untuk mengembangkan pemikiran menuju seminar di bulan Maret 2018 yang bertajuk “Development 4.0: Meeting the Global Challenges”. Seminar ini akan terbuka untuk umum dan direncanakan untuk mengundang beberapa pembicara setingkat menteri, akademisi, serta budayawan untuk membicarakan tema tertentu dalam menjawab tantangan pembangunan.

Berita Terkait