Kajian Batik Fractal Sebagai Inisiatif Baru Praktik Batik dalam Pembangunan Ekonomi Kreatif

Crustasia Aji Westriani mahasiswa calon lulusan Program Magister Studi Pembangunan memaparkan studinya terkait “Kajian Batik Fractal Sebagai Inisiatif Baru Praktik Batik dalam Pembangunan Ekonomi Kreatif” dalam Sidang Tesis  yang diadakan pada tanggal 4 April 2020.

Crustasia Aji Westriani menjelaskan bahawa Fractal merupakan konsep matematika dengan penemumnya seorang ahli matematika bernama Mandelbrot pada tahun 1975. Mandelbrot mendefinisiakan Fractal sebagai “A Fractal is a shape made of parts similar to the whole in some way”. Objek geometri Fractal adalah pola fractal itu sendiri. Sehingga dapat diartikan bahwa Fractal memiliki kesamaan dalam setiap pola yang terbentuk atau Fractal mengalami pengulangan (iterasi) dalam setiap polanya.

Fractal dalam seni atau seni Fractal setiap perhitungannya berasal dari matematika Fractal  dengan analisis kompleks. Kemudian menterjemaahkan hasilnya menjadi gambar digital. Dengan teknologi komputer untuk menjadikannya gambar digital, sangat memungkinkan juga untuk mengaplisakan warna dalam geometri Fractal.

Batik Fractal sebagai inisiatif upaya pembaharuan dalam pratik batik, menawarkan geometri fractal sebagai corak baru dan solusi pada desain batik. Melalui insiatif Batik Fractal mengharapkan adanya gambaran mengenai pembaharuan dalam pratik batik dan industri kreatif.

Sidang Tesis tersebut dihadiri oleh Bapak Dr. Ir. Sonny Yuliar sebagai Dosen pembimbing serta Ibu Dr. Ir. Siti Herni Rochana, M.Si dan Bapak Drs. Budi Isdianto M.Sn. sebagai dosen penguji.

Sidang Tesis merupakan salah satu persyaratan kelulusan untuk memperoleh gelar Magister dari Institut Teknologi Bandung.

Berita Terkait